Archive for March, 2011

Al-Qur’an hanya untuk orang Arab ?

Wednesday, March 9th, 2011

Disarikan dari bagian pendahuluan buku “Memahami al-Qur’an dengan metoda puzzle”, yang dirakit oleh Agus Mustofa.

Al-Qur’an hanya untuk orang Arab?

Umat Islam di Indonesia (khususnya) memiliki kendala besar dalam memahami al-Qur’an. Ada tiga kategori. Yang pertama adalah orang-orang yang awam dalam beragama dan tidak mengerti bahasa Arab. Kelompok pertama ini jumlahnya sangat besar dan dominan. Kelompok kedua adalah mereka yang relative paham ilmu agama Islam, tetapi tidak cukup menguasai bahasa Arab. Kelompok kedua ini jumlahnya cukup banyak juga, berada di kalangan menengah dan berpendidikan umum. Terakhir, kelompok ketiga adalah mereka yang memiliki latar belakang pendidikan agama secara formal (pesantren atau lembaga pendidikan Islam) serta menguasai bahasa Arab. Jumlah kelompok ketiga ini relatif sedikit.
Masalahnya adalah, al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab tetapi ditujukan kepada semua umat manusia yang tidak saja hanya berbahasa Arab. Di Eropa ada yang berbahasa Inggris, Perancis, Jerman, Belanda dsb. Di Asia ada yang berbahasa China, Melayu, Indonesia, Urdu dst. Dan berbagai bahasa-bahasa lainnya di seluruh pelosok dunia. Apakah al-Qur’an hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang berbahasa Arab saja? Atau, bahkan hanya oleh orang Arab saja? Tentu saja tidak! Allah menyatakan di dalam al-Qur’an bahwa Kitab ini diturunkan untuk segala bangsa. Bagi seluruh umat manusia dengan berbagai ragam bahasanya.
Banyak ayat-ayat di dalam al-Qur’an yang menjelaskan bahwa al-Qur’an diturunkan kepada seluruh umat manusia. Karenanya al-Qur’an pasti dapat dipahami oleh orang-orang yang tidak mengenal bahasa Arab sekalipun. Sehingga Allah memberikan jaminan bahwa al-Qur’an ini mudah dipelajari.
ولقديسرناالقرآن للذّقر فهل من مّدّكر

Artinya: “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (QS. al-Qamar 54: 17, 22, 32, 40)

Banyak di antara kita yang berpendapat bahwa al-Qur’an “hanya dapat” dipahami oleh orang-orang yang berbahasa Arab. Dan “tidak ada jalan lain” lagi bagi mereka untuk memahaminya kecuali harus dapat berbahasa Arab terlebih dahulu. Maka tanpa sadar, kita telah “mengharamkan” orang-orang yang tidak berbahasa Arab untuk belajar al-Qur’an. Seakan-akan kita memberikan legitimasi dan pembenaran bahwa tidak ada “cara lain” untuk memahami firman-firman Allah – Tuhan seluruh manusia – selain menggunakan bahasa Arab. Dan dengan demikian, tanpa disadari, kita telah mereduksi dan menurunkan derajat Allah dari “Tuhan seluruh manusia” menjadi hanya “Tuhan orang yang berbahasa Arab” saja. Juga mereduksi al-Qur’an dari “Kitab petunjuk seluruh manusia” menjadi “Kitab petunjuk mereka yang berbahasa Arab” saja.
Tentu saja hal ini pemikaran tadi bertentangan dengan isi al-Qur’an yang menyatakan bahwa Allah adalah Tuhan manusia. Bahwa al-Qur’an ini ditujukan kepada seluruh umat manusia. Bahwa Allah berkuasa uutk dan telah merancang al-Qur’an agar dapat dipahami segala bangsa dengan beragam bahasa, segala strata pendidikan dan social. Siapa pun, dimana pun dan kapan pun asal mau dan berniat mendekatkan diri kepada Allah melalui al-Qur’an, maka Allah sendirilah yang bakal mengajari hamba-hambanya.
علّم ٱلانسٰن مالم يعلم

Artinya: “Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. al-‘Alaq 96:5).

Berlandaskan atas pemikiran itulah, mulailah berkembang berbagai metoda baru dalam memahami al-Qur’an. Metoda-metoda baru ini semakin memperkaya khasanah keilmuan di kalangan umat Islam dengan menjadikan al-Qur’an sebagai Imam yang bukan saja sebagai pembenar atas berbagai kondisi atau keadaan di dunia ini.

Wallahu ‘alam.

Copyright © 2014 Qur'anic Qulb Quotient. Search Engine Optimization by Star Nine. Distributed by Wordpress Themes